Berbagai Masalah Otak Ini Bisa Dideteksi dengan Metode DSA – INDONESIA NEWS TODAY

Scatter Pink

Scatter Hitam

rokokbet

BET4D

scatter hitam

SCATTER PINK

Bet4D

Bet4D

Bet4D

Bet4D

Slot Gacor

Judi Togel Online

Bet4D

Bet4D

Bet4D

Bet4D

Bet4D

Bet4D

Login Bet4D

Login Bet4D

Masuk Bet4D

Masuk Bet4D

Link Bet4D

Daftar Bet4D

Shiowla

shiowla

situs slot gacor

SHIOWLA

Situs Slot thailand

slot thailand

Situs toto togel

Agen Togel Online

situs toto togel

situs bandar togel terpercaya

bandar toto macau

bandar togel terpercaya

shiowla

Situs Togel Online

togel dan slot online

agen togel terpercaya

bandar togel online

Agen Togel Online

shiowla

SHIOWLA

Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot Rokokslot

Berbagai Masalah Otak Ini Bisa Dideteksi dengan Metode DSA

Berbagai Masalah Otak Ini Bisa Dideteksi dengan Metode DSA

Jakarta – Kelainan pada pembuluh darah di otak bisa berdampak fatal bagi kesehatan. Salah satu cara untuk mendeteksinya adalah dengan prosedur Digital Subtraction Angiography atau DSA.

DSA merupakan metode diagnostik untuk menemukan masalah pada pembuluh darah lewat kateterisasi. Penyakit apa saja yang umumnya didiagnosis dengan prosedur tersebut?

Dokter spesialis neurologi RS Abdi Waluyo, dr Erwin Joe, SpN, FINA, mengungkapkan kasus yang paling umum ditangani adalah penyempitan pembuluh darah.

“Kasus yang paling banyak ditangani adalah penyempitan pembuluh darah atau dalam kasus stroke akut.

Kita bisa mengambil sumbatannya itu dengan teknik trombektomi menggunakan kateter juga,” terangnya dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (26/4/2024).

Baca Juga: Situs Togel Casino

“Ada dua teknik, yaitu bisa disedot sumbatannya atau kita tarik,” bet4d.

Selain itu, dr Erwin menyebut kasus aneurisma juga menjadi kasus yang paling banyak ditangani belakangan ini.

Aneurisma adalah kondisi di mana terjadi penggelembungan pembuluh darah di otak akibat lemahnya dinding pembuluh darah, sehingga menjadi tipis dan mudah pecah.

Baca Juga: Ramalan angka laut selatan

dr Erwin menjelaskan kondisi aneurisma paling sering dipicu oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi.

“Paling sering adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi, di mana pasien yang mempunyai risiko hipertensi,” jelasnya.

Pada kasus aneurisma, pasien akan ditangani dengan menggunakan teknik flow diverter stent.

“Di mana kita bisa mengalihkan aliran, sehingga dinding aneurismanya tidak bertambah membesar. Dan risiko pecah pembuluh darah dan kemungkinan terjadi pendarahan otak berkurang,” tuturnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *